You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sambut Takbiran, 1500 Petugas dan 178 Armada Kebersihan Disiagakan
photo Doc - Beritajakarta.id

1.500 Petugas Kebersihan Jakut Siaga saat Lebaran

Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara menyiagakan sebanyak 1.500 petugas kebersihan saat malam takbiran dan Lebaran.

Terkait pengamanan takbiran, hari raya dan hari libur, PHL kebersihan nggak libur, cuma memang diatur waktunya kalau mereka mau silaturahmi

Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara, Bondan Diah Ekowati mengatakan, meski Lebaran dan hari libur petugas kebersihan selalu siaga alias tidak libur.

"1.500 personil itu sudah terbagi-bagi di enam wilayah, karena mereka sudah bertugas di wilayah masing-masing. Terkait pengamanan takbiran, hari raya dan hari libur, PHL kebersihan nggak libur, cuma memang diatur waktunya kalau mereka mau silaturahmi," kata Bondan, Rabu (15/7).

250 Petugas Kebersihan Dikerahkan di Malam Takbiran

Volume sampah di malam takbiran, saat dan pasca lebaran mengalami diprediksi meningkat. "Banyak sampah koran setelah digunakan untuk salat ied, dan konsumsi masyarakat pada hari raya meningkat, praktis ada peningkatan volume sampah, walaupun tidak signifikan," ungkapnya.

Selain petugas di lapangan, lanjut Bondan, armada pengangkut sampah yang dioperasikan sama jumlahnya seperti hari-hari biasa. "Armada normal semua, sesuai dengan hari-hari biasa aja, ada 178 armada dikerahkan," tandas Bondan.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1182 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1156 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye943 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye925 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye844 personBudhi Firmansyah Surapati